Tahun 1985 adalah awal dari perintisan usaha genteng di dusun Mbodo, yang di plopori oleh seorang pengusaha genteng yang bernama
Bapak Sugeng. Beliau
memiliki keinginan mengembangkan keadaan ekonomi sekitar yang masih minim. Bapak Sugeng
memulai usaha ini dengan bekal skill kemampuan
yang dimiliki, entah itu dari pengetahuan ataupun
pengalaman.
Dengan modal sekitar kisaran Rp.
40.000,- beliau memulai usahanya dengan
harapan bisa menambah pendapatan sehari hari dan menjadi contoh bagi warga lain
agar bisa meniru bahkan mengembangkan usaha serupa,
khususnya di Dusun Mbodo dan umumnya untuk masyarakat
secara luas.
Teknik Pembuatan Genteng Secara Umum
Untuk cara pembuatannya,
dari segi alat dahulu masih memakai tekonologi
yang sederhana _kurang mencukupi standar_, seperti hanya
menggunakan peralatan cetak yang masih
terbuat dari kayu, dan hasilnya tidak semaksimal yang diinginkan. Namun pada
saat ini teknik yang di gunakan adalah tekinik modern yaitu menggunakan alat cetak yang
terbuat dari besi. Cara pengguanaan alat cetak dengan teknik modern ini lebih mudah dari pada
alat cetak kayu, sehingga proses produksi bisa diselesaikan lebih cepat. Kualitas
genteng yang dihasilkan jauh lebih bagus dan kuat, serta banyak lagi keuntungan
lain dari penggunaan alat cetak modern ini.
Dari segi
pengeringan, pada zaman dulu hanya memakai tenaga surya atau di jemur di bawah
terik matahari. Sudah jelas bahwa tehnik ini hanya bisa digunakan pada musim
panas saja sehingga para pengusaha genteng hanya bisa memproduksi geanteng pada
waktu tertentu _musim panas_ dan terbatas (cuaca). Namun pada saat ini sangat
jarang ditemukan pengusaha genteng yang menggunakan tenaga surya karna sudah
adanya tehnik pengeringan menggunakan oven, dan hasilnya pun lebih
maksimal serta kuantitas genteng yang diproduksi bisa jauh lebih banyak karna
tidak terkendala oleh musim dan cuaca.
Adapun teknik pembakaran atau pematangan genteng dari dulu sampai sekarang tidak jauh berbeda, yaitu dengan menata genteng-genteng yang sudah tercetak di atas tungku pembakaran dan dibakar dengan kayu bakar dengan waktu yang tidak tertentu selama genteng bisa dipastikan matang atau berwarna kemerahan.
Teknik Pembuatan Genteng Ala Dusun Mbodo
Dari pembuatan genteng dengan teknik umum di atas, pengusaha genteng dusun Mbodo rata-rata memproduksi genteng dengan teknik tradisional, yaitu sebagian besar masih menggunakan alat cetak kayu dan
menggunakan tenaga surya untuk pengeringan. Walaupun demikian, produk genteng
dusun Mbodo lebih kuat. Hal ini terbukti bahwa pengusaha genteng dusun Mbodo
berani menaruh jaminan untuk kekuatan genteng mereka terhadap konsumen, sehingga
mereka juga memasang harga yang pantas untuk genteng-genteng mereka, yaitu
Rp.1.500,00/biji.
Teknik Pemasaran
Adapun teknik
pemasaran genteng yang dilkukan para pengusaha genteng di dusun Mbodo masih
menggunakan sistem mulut ke mulut. Oleh sebab itu dengan memandang bahwa genteng dusun Mbodo sangat
berkualitas, maka kami paparkan melalui
tulisan ini dengan harapan membantu pemasarannya, sehingga genteng dusun Mbodo
dapat diketahui oleh masyarkat global atau masyarakat secara luas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar