Pada tanggal 5 Juli 2013, Kelompok
117 KKM Tematik Posdaya Dusun Mbodo melakukan observasi langsung ke tempat
pembuatan Gatot. Gatot sendiri merupakan produk asli dari dusun Mbodo, ada
sekitar 3 pembuat Gatot yang aktif memproduksi makanan khas berwarna hitam ini.
Gatot adalah
salah satu makanan tradisional yang sudah sangat jarang di jumpai di berbagai
daerah, tetapi tidak untuk di Kecamatan Sumber Pucung. Hampir di setiap pasar
tradisional Kecamatan Sumber Pucung terkenal dengan jajanan khasnya “gatot”. Jika
kita mendengar nama Dusun Mbodo dan ketika itu kita sedang lapar, maka akan terlintas dalam
benak kita sebuah makanan
tradisional khas Mbodo, dialah si hitam lezat “Gatot”. Gatot adalah salah satu
makanan tradisional yang secara tidak langsung telah menjadi kearifan lokal
daerah Mbodo Desa Ngebruk Kecamatan Sumber pucung Kabupaten Malang. Gatot diwariskan
secara turun temurun oleh nenek moyang yang saat ini tergolong sebagai makanan
yang langka karena gatot susah ditemukan lebih-lebih di daerah luar Mbodo.
Dusun Mbodo mempunyai potensi dalam melestarikan gatot, karena di dusun ini
terdapat banyak warga yang memproduksinya.
Gatot
terbuat dari singkong, yang pada zaman dahulu merupakan makanan pengganti nasi.
Adapun bahan-bahan
yang diperlukan untuk membuat gatot adalah:
1. Singkong
2. Kelapa parut
3. Garam
4. Wadah
5. Daun waru
atau daun lainnya
Cara
Pembuatan:
1. Singkong
dikupas kemudian dijemur sampai kering kira-kira 3-5 hari, singkong yang sudah
dijemur disebut “gaplek”.
2. Gaplek direndam
dengan air biasa sampai lemas.
3. Gaplek tadi
ditutup dengan daun waru atau bisa dengan daun lain sampai berubah warna menjadi
hitam. (Proses ini membutuhkan waktu dua hari dua malam)
4. Kemudian diiris
tipis memanjang atau sesuai selera dan dijemur kembali. “Krecek” sebutannnya.
5. Krecek direndam
dan kemudian dicuci sampai bersih atau sampai airnya bening.
6. Kemudian
dikukus selama 1 ½ jam dan tiriskan.
7. Gatot yang
sudah matang ditaburi garam dan kelapa parut.
8. Gatot lezat
nun gurih siap disajikan.

gatot dan tiwul adalah makanan khas yang saya suka , dan ini bisa saya nikmati gak mesti 2 thn sekali kadang kalau saya pengen sekali baru ngomong ke adik untuk dikirim mentahnya karena adik saya di malang masih banyak/bisa didapat di pasar tradisional atau di swalayan . akan tetapi pernah suatu hari saya pengen membuat sendiri, prosesnya sudah saya ikuti seperti petunjuk di atas , tapi kenapa jadinya masih tetap berwarna gaplek ( putih ) ? moohon petunjuknya, terima kasih .
BalasHapus